• (0281) 633062 / 08112621213 Fax. (0281) 637100
  • rswk.purwokerto@yahoo.co.id

Baby Boom in Pandemic

Ledakan Bayi Saat Pandemi?

BABY BOOM

By dr. Muhammad Zul Azis, SpOG

Pernahkah Bunda dan Ayah mendengar istilah “baby boomers”?. Jika kita terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia menjadi Ledakan Bayi, artinya terjadi peningkatan jumlah bayi yang sangat pesat.

 Istilah baby boomers pertama kali terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1946 sampai 1964. Pada kala itu terjadi perang dunia ke-2 yang menyebabkan depresi, penurunan ekonomi dan ketidak pastian sehingga memaksa pasangan muda untuk menunda pernikahan dan menunda memiliki keturunan. Seiring dengan berakhirnya perang dunia ke-2 terjadi pemulihan ekonomi, peningkatan keamanan dan peluang hidup yang lebih baik, dengan demikian banyak penduduk yang menikah dan segera memutuskan memiliki keturunan. Keturunan dari generasi pasca perang dunia ke-2 ini disebut generation boomers.

 Saat ini dunia sedang berperang melawan pandemi yang memaksa para pasangan untuk work from home (WFH) dan membatasi mobilisasi diluar rumah. Data yang ditemukan dari BKKBN juga menunjukkan adanya penurunan pelayanan KB baik ditingkat kader desa, faskes I hingga faskes III.

 Mari kita sama-sama meramalkan masalah yang akan dihadapi generasi ledakan bayi kedepannya. Belajar dari sejarah di Jepang pasca perang dunia ke-2, masalah pertama adalah krisis makanan. Pada saat itu pertumbuhan ekonomi Jepang meningkat pesat namun suplai makanan tetap tidak bisa mengimbangi pertambahan jumlah penduduk. Beranjak usia sekolah timbul masalah baru dimana jumlah gedung sekolah yang terbatas terpaksa menampung generasi baby boomers ini. Manifestasinya dalam satu kelas jumlah murid menjadi 50 hingga 60 siswa yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar kurang efektif. Masalah berikutnya dengan jumlah siswa yang banyak membuat kelas seperti medan tempur, anak yang berhasil masuk universitas dikatakan hanya punya waktu untuk tidur 4 jam dalam sehari dikarenakan kompetisi yang sangat ketat. Kasus bullying pada era tersebut juga tentu meningkat. Selamat untuk anak yang berhasil melewati persaingan, namun jumlah yang dianggap gagal tentu lebih banyak sehingga tingkat kematian akibat bunuh diri pada saat itu terus menanjak.

 Perusahaan banyak yang memilih menerima lulusan baru dari generasi baby boomers ini, dengan alasan agar lebih bisa mengabdi lebih lama dan terciptanya sistem senioritas. Terjadi juga perubahan budaya dari pasangan suami istri. Jumlah penduduk yang banyak menciptakan suasana pasangan suami istri yang tidak berbeda usia. Keadaan ini mengubah budaya sebelumnya dimana suami bukan lagi pemimpin keluarga.

 Masih ada beberapa masalah lain yang penulis tidak bisa jelaskan dalam tulisan ini. Belajar dari sejarah solusi dari masalah ini tentu saja KB. Sebagai salah satu faskes RS Wijaya Kusuma telah melihat masalah ini dan mendukung penuh program KB. RS Wijaya Kusuma mengajak masyarakat untuk berperan dalam kegiatan KB agar tercipta generasi yang lebih baik dari generasi  baby boomers ini.

 Jika anda ingen berkonsultasi tentang program dan teknik KB yang benar dan nyaman, jangan sungkan, dan malu untuk mengkonsultasikannya kepada kami. Poliklinik kandungan kami siap melayani anda dengan dokter kandungan yang kompeten dibidangnya. Poliklinik kandungan kami melayani pasien umum, BPJS, asuransi, dan anggota TNI. Mulai dari KB pil sampai denfgan KB steril yang memerluka prosedur operasi. Poliklinik kandungan kami buka setiap hari senin sampai dengan sabtu. Anda dapat melakukan pendaftaran online ataupun offline pada poliklinik Kebidanan kami :

- dr. Puji Tri Harsono, Sp.OG

setiap Senin dan Rabu : pukul 11.00 – selesai 

- dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG Msi.Med

setiap Jumat dan Sabtu pukul 11.00 – selesai

- dr. Muhammad Zul Azis, Sp.OG

setiap Selasa dan Kamis pukul 13.00 – selesai

  • Posting: Administrator
  • Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:51:19 WIB
  • 0
  • Dibaca: 89

0 Komentar

Tulis Komentar